Minggu, 14 Agustus 2016

Islam dan Sains : Fenomena Selat Gibraltar

Fenomena Alam aneh berupa dua lautan yang tidak bercampur di Selat Gibraltar telah mengundang Keheranan sekaligus decak kagum dunia. Selat Gibraltar memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol. Di selat itu terdapat pertemuan dan dua jenis laut yang berbeda. Perbedaan itu akan sangat terlihat jelas dari warna lautnya. Bahkan ada garis batas yang memisahkan keduanya, dan uniknya air dan kedua sisi lautan itu tak bercampur satu sama lain.

Melihat fenomena tak lazim itu banyak ilmuwan tertarik untuk menelitinya. Hingga akhirnya ditemukan fakta bahwa penyebab tak bercampurnya air laut di sana akibat adanya perbedaan masa jenis air. Tegangan permukaan mencegah kedua air dan lautan tidak bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.  Namun jauh sebelum ilmuwan meneliti fenomena aneh di Selat Gibraltar, Al-Quran telah lebih dulu rnenyebutkannya sejak 15 abad lalu. Ada beberapa surat dalam Al-Quran yang mengisahkan tentang fenomena ini, seperti pada Surat Ar-Rahman ayat 19-20 yang berbunyi:
“Dia membiarkan dua lautan men galir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing’(Q,S. Ar-Rahman: 19-20) Adapula ayat lain yang menyebutkan fenomena serupa, yakni Surat Al-Furqan ayat 53 yang berbunyl: “Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalang  (Q.S. Al-Furqaan: 53)
Arus Selat Gibraltar memang sangat besar di bagian bawahnya. Hal ini dikarenakan perbedaan suhu, kadar garam, dan kerapatan air (density)nya. Air laut di Laut Tengah (Mediterania) memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi dari air laut yang ada di Samudera Atlantik. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat menuju Samudera Atlantik. Lalu apakah air ini akan bercampur dengan air di Samudera Atlantik?
Tidak! Ternyata ketika air laut dan Laut Tengah nienuju Samudera Atlantik, mereka tidak mencampur. Seakan ada sekat yang memisahkan kedua jenis air ni. Bahkan batas antara kedua air dari dua buah laut ini sangat jelas. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah. Sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap.  Inilah keajaiban alam,. Tidak hanya itu yang aneh dari perilaku kedua air laut ini. Ternyata, air laut dari laut Tengah yang tidak mau bercampur dengan air laut dari Samudera Atlantik ini menyusup dibawah air laut yang berasal dari Samudera Atlantik. Air dari Laut Tengah ini menyusup di bawah air dari Samudera Atlantik di bawah kedalaman 1000 meter dari permukaan Samudera Atlantik.
Allahu Akbar!  Maha benar Allah dengan segala firman-Nya.
Sumber : majalah Nurul Hayat edisi 149 , Kolom islam dan sains

1 komentar: